PROSES KEBIJAKAN PUBLIK PADA PROGRAM PEMBERDAYAAN UMKM PAHLAWAN EKONOMI DI KOTA SURABAYA
ANALISIS PROSES KEBIJAKAN PUBLIK
PADA PROGRAM PEMBERDAYAAN UMKM PAHLAWAN EKONOMI DI KOTA SURABAYA
Dosen Pengampuh:
Hendra
Sukmana S.Ap. M.Kp
Disusun Oleh:
Revania Dwi Listya Ningrum
(252020100060)
PRODI ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS
BISNIS HUKUM DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS
MUHAMMADYAH SIDOARJO
2026
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemiskinan dan
kesenjangan ekonomi masih menjadi permasalahan utama dalam pembangunan di
Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Kota Surabaya. Meskipun
Surabaya dikenal sebagai salah satu kota metropolitan dengan pertumbuhan
ekonomi yang cukup pesat, masih terdapat kelompok masyarakat yang berada dalam
kondisi ekonomi yang kurang sejahtera.Salah satu faktor yang mempengaruhi
kondisi tersebut adalah keterbatasan akses terhadap kegiatan ekonomi produktif,
terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu,
rendahnya keterampilan dan kurangnya pengetahuan dalam mengelola usaha juga
menjadi kendala dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Surabaya
menghadirkan inovasi kebijakan melalui Program Pahlawan Ekonomi. Program ini
merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi,
khususnya bagi ibu rumah tangga dari keluarga kurang mampu. Program Pahlawan
Ekonomi tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada
peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan adanya program
ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan usaha secara mandiri serta
meningkatkan kesejahteraan keluarga.
1.2 Rumusan Masalah
- Bagaimana
gambaran Program Pahlawan Ekonomi di Kota Surabaya?
- Bagaimana
proses kebijakan publik dalam program tersebut?
- Siapa saja aktor yang terlibat dalam pelaksanaan
kebijakan?
1.3 Tujuan Penulisan
- Menjelaskan Program Pahlawan Ekonomi sebagai
kebijakan publik
- Menganalisis
tahapan proses kebijakan publik dalam program tersebut
- Mengidentifikasi aktor yang terlibat dalam kebijakan
BAB II
KERANGKA KONSEP TAHAP KEBIJAKAN
Dalam kajian kebijakan publik, proses kebijakan merupakan rangkaian tahapan yang sistematis dalam menyelesaikan suatu permasalahan publik. Model tahapan kebijakan publik yang umum digunakan meliputi agenda setting, formulasi kebijakan, implementasi kebijakan, dan evaluasi kebijakan.
2.1 Agenda Setting
Agenda setting
merupakan tahap awal dalam proses kebijakan publik yang berfokus pada
identifikasi masalah yang akan dijadikan prioritas oleh pemerintah. Pada tahap
ini, tidak semua masalah dapat diangkat menjadi kebijakan, melainkan hanya
masalah yang memiliki tingkat urgensi tinggi serta berdampak luas bagi Masyarakat.
Masuknya suatu isu ke dalam agenda kebijakan biasanya dipengaruhi oleh berbagai
faktor, seperti kondisi sosial ekonomi, tekanan masyarakat, serta perhatian
media. Oleh karena itu, tahap ini sangat penting karena
menentukan arah kebijakan yang akan diambil.
2.2 Formulasi Kebijakan
Formulasi kebijakan
merupakan tahap perumusan solusi terhadap masalah yang telah masuk dalam agenda
kebijakan. Pada tahap ini, pemerintah menyusun berbagai alternatif kebijakan
yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan. Proses
formulasi melibatkan berbagai aktor, baik dari pemerintah maupun
non-pemerintah, seperti akademisi dan praktisi. Mereka memberikan masukan dalam
bentuk data dan analisis yang mendukung penyusunan kebijakan. Hasil dari tahap
ini adalah kebijakan yang telah dirancang secara sistematis dan siap untuk
dilaksanakan.
2.3 Implementasi Kebijakan
Implementasi kebijakan merupakan tahap pelaksanaan dari kebijakan yang
telah dirumuskan. Pada tahap ini, kebijakan diterapkan melalui program atau
kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Keberhasilan implementasi
dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ketersediaan sumber daya, komunikasi
antar pelaksana, serta komitmen dari pihak yang terlibat. Implementasi yang
efektif akan menghasilkan dampak yang sesuai dengan tujuan kebijakan.
2.4 Evaluasi Kebijakan
Evaluasi kebijakan
merupakan tahap penilaian terhadap pelaksanaan dan hasil dari kebijakan yang
telah diterapkan. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah kebijakan tersebut
telah mencapai tujuan yang diharapkan. Selain itu, evaluasi juga
digunakan untuk mengidentifikasi kendala dan kekurangan dalam pelaksanaan
kebijakan. Hasil evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan untuk kebijakan di masa
mendatang.
BAB III
URAIAN KEBIJAKAN BERDASARKAN KASUS
3.1 Gambaran Kebijakan
Program Pahlawan
Ekonomi merupakan kebijakan publik yang bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Program ini difokuskan pada
pengembangan usaha kecil, khususnya bagi ibu rumah tangga dari keluarga kurang
mampu.
Program ini memberikan
pelatihan dan pendampingan kepada peserta dalam berbagai aspek usaha, seperti
produksi, inovasi produk, pengemasan, serta pemasaran. Dengan demikian, peserta
diharapkan mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan meningkatkan pendapatan
keluarga.
3.2 Uraian Proses Kebijakan
Permasalahan kemiskinan dan rendahnya pendapatan masyarakat menjadi latar
belakang munculnya Program Pahlawan Ekonomi. Banyak masyarakat yang belum
memiliki keterampilan dan akses terhadap kegiatan ekonomi produktif. Permasalahan
ini kemudian menjadi perhatian pemerintah dan masuk dalam agenda kebijakan
sebagai prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui
pemberdayaan ekonomi.
Dalam tahap formulasi, pemerintah merancang program yang berfokus pada
pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan. Program ini dirancang
untuk memberikan solusi jangka panjang dalam mengatasi kemiskinan. Aktor yang
terlibat dalam tahap ini meliputi pemerintah, akademisi, serta praktisi UMKM.
Mereka berperan dalam memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan.
3.3 Implementasi Kebijakan
Implementasi program dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan
keterampilan, pendampingan usaha, serta fasilitasi pemasaran produk. Peserta
diberikan pembinaan secara berkelanjutan agar dapat mengembangkan usahanya. Selain
itu, pemerintah juga menyediakan sarana promosi seperti bazar dan pameran untuk
membantu pemasaran produk UMKM.
3.4 Aktor yang Terlibat
- Pemerintah
Kota Surabaya
- Dinas
Koperasi dan UMKM
- Pelatih
dan mentor
- Masyarakat
(peserta program)
3.5 Dampak Kebijakan
- Meningkatkan jumlah UMKM
- Meningkatkan keterampilan
masyarakat
- Membuka lapangan kerja
- Meningkatkan pendapatan keluarga
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN LANJUTAN
4.1 Analisis Keberhasilan Kebijakan
Program Pahlawan
Ekonomi dapat dikatakan sebagai salah satu kebijakan publik yang cukup berhasil
dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya. Keberhasilan ini
dapat dilihat dari meningkatnya jumlah pelaku UMKM serta bertambahnya
pendapatan masyarakat yang mengikuti program tersebut. Salah satu faktor utama
keberhasilan program ini adalah pendekatan pemberdayaan yang digunakan. Program
ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menekankan pada
peningkatan keterampilan dan kapasitas individu. Dengan
demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu
mengembangkan usaha secara mandiri. Selain itu, adanya pelatihan dan
pendampingan secara berkelanjutan juga menjadi faktor penting dalam
keberhasilan program. Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu secara teori, tetapi
juga praktik langsung yang dapat diterapkan dalam usaha mereka.
4.2 Analisis Kelemahan Kebijakan
Meskipun program ini memiliki banyak keunggulan, masih terdapat beberapa
kelemahan dalam pelaksanaannya. Salah satu kelemahan utama adalah
ketidakkonsistenan peserta dalam mengikuti program. Tidak semua peserta mampu
mengikuti pelatihan secara berkelanjutan, sehingga hasil yang diperoleh tidak
merata. Selain itu, keterbatasan akses pasar juga menjadi kendala bagi sebagian
pelaku UMKM. Meskipun telah mendapatkan pelatihan, tidak semua peserta mampu
memasarkan produknya secara luas, terutama dalam memanfaatkan teknologi
digital. Kelemahan lainnya adalah adanya ketergantungan pada pendampingan
pemerintah. Beberapa peserta masih belum sepenuhnya mandiri dan masih
membutuhkan bimbingan dalam menjalankan usaha.
4.3 Perbandingan dengan Kebijakan Lain
Jika dibandingkan dengan kebijakan bantuan sosial seperti Bantuan Langsung
Tunai (BLT), Program Pahlawan Ekonomi memiliki keunggulan dalam hal
keberlanjutan. BLT bersifat jangka pendek dan hanya membantu memenuhi kebutuhan
sementara, sedangkan Program Pahlawan Ekonomi memberikan dampak jangka panjang
melalui peningkatan keterampilan. Selain itu, dibandingkan dengan program UMKM
di daerah lain yang hanya berfokus pada bantuan modal, Program Pahlawan Ekonomi
lebih unggul karena menggabungkan pelatihan, pendampingan, serta pemasaran. Namun,
program ini juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menunjukkan hasil
dibandingkan dengan bantuan langsung.
4.4 Rekomendasi Kebijakan
Berdasarkan
hasil analisis, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat diberikan untuk
meningkatkan efektivitas Program Pahlawan Ekonomi, antara lain:
- Meningkatkan pelatihan digital marketing agar pelaku
UMKM mampu bersaing di era digital
- Memperluas akses pasar melalui kerja sama dengan
berbagai platform online
- Meningkatkan
monitoring dan evaluasi terhadap peserta program
- Mengurangi ketergantungan peserta dengan mendorong
kemandirian usaha
- Menambah inovasi program agar lebih menarik dan
relevan dengan perkembangan zaman
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Program Pahlawan
Ekonomi merupakan salah satu kebijakan publik yang berhasil dalam meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Program ini
dirancang melalui tahapan kebijakan yang sistematis, mulai dari agenda setting
hingga evaluasi kebijakan. Implementasi program yang berbasis pelatihan dan
pendampingan terbukti mampu meningkatkan keterampilan serta kemandirian
masyarakat dalam menjalankan usaha. Selain itu, program ini juga memberikan
dampak positif dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan membuka peluang usaha
baru.
Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya,
seperti keterbatasan akses pasar dan ketidakkonsistenan peserta. Oleh karena
itu, diperlukan perbaikan dan pengembangan program agar dapat memberikan hasil
yang lebih optimal di masa mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
Ilmu, S, Administrasi Negara,
Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu, S Ilmu, Administrasi Negara,
Jurusan Administrasi Publik, and Fakultas Ilmu. “Strategi Kompetitif Melalui Program .......... STRATEGI KOMPETITIF
MELALUI PROGRAM PAHLAWAN EKONOMI DALAM PEMBERDAYAAN UMKM DI MASA PANDEMI
COVID-19 ( Studi Pada Pemerintah Kota Surabaya ) Ayu Aldania Fitrotun Niswah
Abstrak.” 19: 137–48.
Ilmu, S, Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu,
S Ilmu, Administrasi Negara, Jurusan Publik, and Fakultas Ilmu. “EVALUASI
PROGRAM PAHLAWAN EKONOMI DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI KOTA SURABAYA Dinda
Novitasari Prijadi Putri Indah Prabawati.”
Putra, Anugerah Christian. 2021. “TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI SURABAYA.”
10(2).
Syaharani, Hilma Regita, Ekonomi Islam, and Universitas Negeri Surabaya.
2024. “PEMBERDAYAAN UMKM GUNA MENCIPTAKAN KREATIVITAS DITENGAH.” 4: 48–51.
Komentar
Posting Komentar